MENU

Promo

Info Terkini AFA Music Studio

Studio 2 Akustik sudah beroperasi kembali dan siap digenjreeng. "Tempat asik buat jamming, Datang dan rasakan... ssstt banyak promonya juga!"

Ini Video Musik Dream Theater Terbaru, “The Gift of Music”



Kelompok progressive metal asal Amerika Serikat, Dream Theater baru saja merilis video musik single terbaru mereka, “The Gift of Music,” melalui akun YouTube resmi band. “The Gift of Music” adalah single pertama Dream Theater dari album terbaru mereka yang sudah dirilis pada 3 Desember 2015 lalu, The Astonishing. Disusul single kedua mereka, “Moment of Betrayal,” yang dirilis pada 22 Januari lalu. Baru kemudian album mereka, The Astonishing, beredar pada 29 Januari 2016.


“Sangat hebat bisa bekerja sama dengan sutradara Wes Teshome pada video musik terbaru kami, 'The Gift of Music',” terang gitaris Dream Theater, John Petrucci, seperti dilansir Rolling Stone. 

"Dari permulaannya, tujuan kami adalah untuk membuat The Astonishing lebih dari sekadar rekaman musik. Tentu saja, musik yang memainkan peran terbesar, seperti yang seharusnya, tapi kami juga mengetahui untuk melihat sejauh mana keberhasilan ini, cerita, karakter, lirik, dan bahkan penampilan live, semua perlu diberikan perhatian yang sama sejak awal,” tambahnya.

The Astonishing menyusul album Dream Theater sebelumnya yang mendapatkan nominasi Grammy kedua untuk lagu mereka. Album sebelumnya juga berhasil memuncaki Billboard Hard Rock Albums, dan secara bersamaan menempati posisi ke-7 di Billboard 200. 



Dekat Merilis Album Mini Terbaru, ‘Meranggas’



Dekat, trio pop R&B yang dulu dikenal dengan nama Tangga, pada Senin (29/2) kemarin resmi merilis album mini terbaru mereka yang diberi judul Meranggas. Ini merupakan album mini kedua Dekat setelah sebelumnya pada 2014 silam merilis Lahir Kembali.

Serupa dengan Lahir Kembali, album pendek terbaru Meranggas juga memuat lima lagu dengan nuansa pop elektronik yang lebih gelap ketimbang karya-karya mereka sebelumnya saat masih bernama Tangga. Kelima karya di Meranggas adalah “FAQ”, “Lebih Dariku”, “Berkhayal”, “Penjahat”, dan “Pulang”.

Selain dapat dibeli di iTunes, format digital album Meranggas dari Dekat juga tersedia di kanal YouTube juga Soundcloud resmi mereka. Meranggas juga dapat didengar di layanan streaming musik seperti Spotify, Apple Music, Guvera, hingga Deezer.

Selain merilis album pendek Meranggas, Dekat yang beranggotakan Chevrina Anayang, Mohammed Kamga, dan Tahir Hadiwijoyo juga merilis video musik untuk single yang berjudul “Berkhayal”.

Sebelum bernama Dekat, karier ketiga personel sempat melonjak bersama nama Tangga yang berdiri sejak 2005 silam. Tangga yang dulu juga diperkuat oleh vokalis Nerra Merlin, telah merilis empat album penuh berjudul Tangga, Cinta Begini, OST. Lost in Love, dan Utuh.

Mocca Berkolaborasi dengan Vicky Burgerkill di Java Jazz Festival 2016


Grup indie pop asal Bandung, Mocca, menyiapkan kejutan untuk penampilan di Java Jazz 2016. Rencananya, mereka akan merilis sebuah single baru berjudul “When We Were Young”. Untuk lagu ini, Arina akan berbaur suara dengan Vicky Mono, vokalis Burgerkill.

Single “When We Were Young” menceritakan tentang sebuah perjalanan hidup yang menceritakan tentang hari kemarin saat masa muda dan apa yang akan dilakukan bersama setelah tua nanti.

Dalam siaran pers yang diedarkan, Riko Prayitno, gitaris Mocca menceritakan pemilihan di balik kolaborasi yang mengejutkan ini, “Di single baru, kami mencoba bekerja sama dengan orang orang di luar lingkaran Mocca secara musikal. Sebenarnya kami penasaran sama suara vokalis band metal, kalau nyanyi clean seperti apa? Nah, ternyata dijawab dengan baik oleh Vicky. Sekaligus mengeksplor juga Vicky yang frontman Burgerkill kalau di bawah bendera Mocca akan jadi seperti apa.”

Vicky mengaku senang dapat ikut berpartisipasi dan menjadi bagian sejarah perjalanan Mocca. “Menyanyikan genre musik yang teman-teman Mocca mainkan itu seperti sederhana tetapi sulit untuk menyelaminya karena banyak sekali tehnik-tehnik baru yang saya tidak tahu tapi itu sangat menarik sekali, ini juga alasan utama mengapa saya mau diajak kerjasama teman-teman Mocca karena saya yakin banyak hal-hal baru yang bakal didapat," ujarnya. Vicky menambahkan kolaborasi bisa membuka pandangan bahwa musik itu luas dan bisa dipadupadankan. “Selama masih dalam garis movement yang serumpun dan visi misi bermusik yang sama, kolaborasi bukan pilihan yang keliru. Musik bagi saya merupakan dunia yang lapang tanpa harus terkotak-kotak oleh pembagian genre.”

Mocca terbentuk pada 1999 di Bandung oleh empat anggota utama yang masih setia bersama band. Arina Ephipania (vokal), Riko Prayitno (gitar), Toma Pratama (bass), dan Indra Massad (drum) adalah inti dari band ini. Sempat vakum pada 2011, Mocca akhirnya kembali dengan album Home di 2015. Empat album, dua album mini dan beberapa single telah dirilis oleh mereka hingga saat ini.


afa music studio's twitter