MENU

Promo

Info Terkini AFA Music Studio

Studio 2 Akustik sudah beroperasi kembali dan siap digenjreeng. "Tempat asik buat jamming, Datang dan rasakan... ssstt banyak promonya juga!"

Ini Video Musik Dream Theater Terbaru, “The Gift of Music”



Kelompok progressive metal asal Amerika Serikat, Dream Theater baru saja merilis video musik single terbaru mereka, “The Gift of Music,” melalui akun YouTube resmi band. “The Gift of Music” adalah single pertama Dream Theater dari album terbaru mereka yang sudah dirilis pada 3 Desember 2015 lalu, The Astonishing. Disusul single kedua mereka, “Moment of Betrayal,” yang dirilis pada 22 Januari lalu. Baru kemudian album mereka, The Astonishing, beredar pada 29 Januari 2016.


“Sangat hebat bisa bekerja sama dengan sutradara Wes Teshome pada video musik terbaru kami, 'The Gift of Music',” terang gitaris Dream Theater, John Petrucci, seperti dilansir Rolling Stone. 

"Dari permulaannya, tujuan kami adalah untuk membuat The Astonishing lebih dari sekadar rekaman musik. Tentu saja, musik yang memainkan peran terbesar, seperti yang seharusnya, tapi kami juga mengetahui untuk melihat sejauh mana keberhasilan ini, cerita, karakter, lirik, dan bahkan penampilan live, semua perlu diberikan perhatian yang sama sejak awal,” tambahnya.

The Astonishing menyusul album Dream Theater sebelumnya yang mendapatkan nominasi Grammy kedua untuk lagu mereka. Album sebelumnya juga berhasil memuncaki Billboard Hard Rock Albums, dan secara bersamaan menempati posisi ke-7 di Billboard 200. 



Dekat Merilis Album Mini Terbaru, ‘Meranggas’



Dekat, trio pop R&B yang dulu dikenal dengan nama Tangga, pada Senin (29/2) kemarin resmi merilis album mini terbaru mereka yang diberi judul Meranggas. Ini merupakan album mini kedua Dekat setelah sebelumnya pada 2014 silam merilis Lahir Kembali.

Serupa dengan Lahir Kembali, album pendek terbaru Meranggas juga memuat lima lagu dengan nuansa pop elektronik yang lebih gelap ketimbang karya-karya mereka sebelumnya saat masih bernama Tangga. Kelima karya di Meranggas adalah “FAQ”, “Lebih Dariku”, “Berkhayal”, “Penjahat”, dan “Pulang”.

Selain dapat dibeli di iTunes, format digital album Meranggas dari Dekat juga tersedia di kanal YouTube juga Soundcloud resmi mereka. Meranggas juga dapat didengar di layanan streaming musik seperti Spotify, Apple Music, Guvera, hingga Deezer.

Selain merilis album pendek Meranggas, Dekat yang beranggotakan Chevrina Anayang, Mohammed Kamga, dan Tahir Hadiwijoyo juga merilis video musik untuk single yang berjudul “Berkhayal”.

Sebelum bernama Dekat, karier ketiga personel sempat melonjak bersama nama Tangga yang berdiri sejak 2005 silam. Tangga yang dulu juga diperkuat oleh vokalis Nerra Merlin, telah merilis empat album penuh berjudul Tangga, Cinta Begini, OST. Lost in Love, dan Utuh.

Mocca Berkolaborasi dengan Vicky Burgerkill di Java Jazz Festival 2016


Grup indie pop asal Bandung, Mocca, menyiapkan kejutan untuk penampilan di Java Jazz 2016. Rencananya, mereka akan merilis sebuah single baru berjudul “When We Were Young”. Untuk lagu ini, Arina akan berbaur suara dengan Vicky Mono, vokalis Burgerkill.

Single “When We Were Young” menceritakan tentang sebuah perjalanan hidup yang menceritakan tentang hari kemarin saat masa muda dan apa yang akan dilakukan bersama setelah tua nanti.

Dalam siaran pers yang diedarkan, Riko Prayitno, gitaris Mocca menceritakan pemilihan di balik kolaborasi yang mengejutkan ini, “Di single baru, kami mencoba bekerja sama dengan orang orang di luar lingkaran Mocca secara musikal. Sebenarnya kami penasaran sama suara vokalis band metal, kalau nyanyi clean seperti apa? Nah, ternyata dijawab dengan baik oleh Vicky. Sekaligus mengeksplor juga Vicky yang frontman Burgerkill kalau di bawah bendera Mocca akan jadi seperti apa.”

Vicky mengaku senang dapat ikut berpartisipasi dan menjadi bagian sejarah perjalanan Mocca. “Menyanyikan genre musik yang teman-teman Mocca mainkan itu seperti sederhana tetapi sulit untuk menyelaminya karena banyak sekali tehnik-tehnik baru yang saya tidak tahu tapi itu sangat menarik sekali, ini juga alasan utama mengapa saya mau diajak kerjasama teman-teman Mocca karena saya yakin banyak hal-hal baru yang bakal didapat," ujarnya. Vicky menambahkan kolaborasi bisa membuka pandangan bahwa musik itu luas dan bisa dipadupadankan. “Selama masih dalam garis movement yang serumpun dan visi misi bermusik yang sama, kolaborasi bukan pilihan yang keliru. Musik bagi saya merupakan dunia yang lapang tanpa harus terkotak-kotak oleh pembagian genre.”

Mocca terbentuk pada 1999 di Bandung oleh empat anggota utama yang masih setia bersama band. Arina Ephipania (vokal), Riko Prayitno (gitar), Toma Pratama (bass), dan Indra Massad (drum) adalah inti dari band ini. Sempat vakum pada 2011, Mocca akhirnya kembali dengan album Home di 2015. Empat album, dua album mini dan beberapa single telah dirilis oleh mereka hingga saat ini.


MLDSPOT Menyajikan MLD JAZZ PROJECT di Java Jazz Festival 2016


Melihat perkembangan musik Jazz yang semakin menyasar segmen anak muda, MLDSPOT mengadakan sebuah ajang pencarian talenta muda di bidang musik yakni MLDARE2PERFORM dengan memberikan tiket emas kepada pemenangnya untuk tampil di Java Jazz Festival (JJF) 2016.

Enam musisi muda sudah terpilih menjadi pemenang dari audisi MLDARE2PERFORM  yang diselenggarakan pada Desember 2015 hingga Januari lalu. Musisi-musisi terpilih yang tergabung dalam MLD JAZZ PROJECT tersebut adalah vokalis Kiara Riz, keyboardist Michael Setiawan, drummer Karel William, bassist Agil Nur , gitaris Mikail Al Rabbdia, dan peniup saksofon Rizal Sianturi. Mereka akan tampil di panggung bergengsi JJF 2016 pada 5 Maret di MLDSPOT Stage Hall A3 jam 19.00 WIB dan 6 Maret mendatang di MLDSPOT Stage Bus Jazz Tour jam 17:30 WIB.

Terpilihnya keenam musisi yang berhasil mengungguli sekitar 350 peserta lainnya tersebut tak lepas dari peran para juri berkompeten yang dihadirkan sebagai bentuk keseriusan MLDSPOT untuk memilih dan memilah peserta berbakat. Mereka adalah Syaharani bertindak sebagai juri vokal, Nikita Dompas sebagai juri kategori gitar, kategori keyboards dipimpin oleh Adra Karim, Indro Hardjodikoro menjadi juri kategori bass, Aksan Sjuman sebagai juri kategori drum, dan pemenang kategori saksofon yang dipilih oleh Devian Zikri.

“Beragam inovasi pertunjukan jazz dikembangkan MLDSPOT untuk memeriahkan pengunjung Java Jazz Festival 2016 dan memberikan suguhan terbaik komunitas pencinta musik jazz. MLDSPOT berharap berbagai upaya untuk mengembangkan musik jazz di Indonesia tersebut dapat menjadi inspirasi publik untuk turut terlibat aktif membesarkan dan mendekatkan musik jazz agar selalu tetap di hati masyarakat,” ujar Herris Satya selaku perwakilan dari MLDSPOT.

Para pemenang audisi MLDARE2PERFORM tersebut berhak mendapatkan hadiah sebesar Rp 10 juta, mengikuti loka karya, dan menikmati sajian dari MLDSPOT pada 29 dan 30 Januari lalu. Loka karya selama dua hari yang diberikan kepada para pemenang diberikan dalam bentuk private session dengan para juri: bincang-bincang seputar industri musik, jamming class, serta berbagi pengetahuan tentang stage act. Hal-hal tersebut diberikan dengan tujuan mempersiapkan pemenang menekuni dan menghadapi dunia musik Indonesia.

MLDSPOT pun tidak hanya mengajak para pemenang untuk tampil di perhelatan akbar JJF 2016, namun juga mengasah keterampilan pemenang dengan memberikan pengalaman tur konser di berbagai acara seperti Java Jazz on The Move pada 19 Februari dan beberapa program musik di televisi Indonesia seperti The Comment milik Net TV, Trio Lestari di Trans TV serta Musik Keren di ANTV.

Selain MLD JAZZ PROJECT, MLDSPOT juga akan menghadirkan ART & SOUND EXPERIENCE yang merupakan hasil kolaborasi dengan para seniman. Sound experience yang interaktif disajikan di dalam sebuah art installation yang unik nan menarik. Para seniman yang terlibat adalah Handoko Hendroyono (content creator), Hari Prast (komikus), Farid Stevy (seniman), Darbotz (seniman) dan Jacob Gatot Sura (arsitek).  MLDSPOT The Beat juga akan hadir sebagai fasilitas permainan yang menantang kemampuan Anda dalam menyusun lirik lagu.

Informasi selengkapnya hanya di www.MLDSPOT.com.

KimoKal, Duo Pop Eklektik Pendatang Baru Ibu Kota


Di tengah minimnya jumlah unit pengusung aliran elektronik di kancah musik tanah air, duo KimoKal telah merilis album debutnya, O, pada pertengahan Januari lalu. Ditemui Rolling Stone setelah menjadi penampil dalam acara Witching Hours 9 di Vanilla Kitchen & Wine, Bandung beberapa waktu lalu, KimoKal menuturkan bahwa respons yang didapat dari para penikmat musik terhadap album perdana mereka tidak mengecewakan.

“Karena target awalnya memang lebih ke semua orang bisa suka tapi di beda-beda track, jadi bisa dibilang ya sekarang ini sudah sesuai seperti apa yang kita pengen. Soalnya lagu-lagu di album ini kan juga beda-beda [dari segi musikalitas], nggak ada samanya. Cuma ada satu benang merah tipis yang bikin orang langsung ingat, oh ini musiknya KimoKal,” ujar salah satu personel, Kimo Rizky.

Untuk proses kreatif albumnya sendiri, Kimo dan sang vokalis, Kallula Harsynta Esterlita, mengaku tidak mengalami kendala yang signifikan dalam menyatukan ide. Dalam album O yang butuh waktu penggarapan selama satu tahun lamanya itu, terdapat sejumlah unsur musik seperti psychedelic pop, trip-hop, dub, dan juga nu-wave. Beragam aliran yang terdapat dalam album itu mereka katakan sebagai hasil dari mendengarkan banyak karya musik yang masing-masing personel lakukan selama proses pengerjaan. Di samping itu, keduanya pun mengatakan sangat terbuka dengan berbagai macam eksperimen dalam bermusik sehingga mampu menghadirkan karya yang unik nan berkarakter.

“Ketika bikin album ini, terus terang gue lagi suka banget dengerin album baru Justin Bieber [Purpose] dan juga album Kendrick Lamar [To Pimp A Butterfly]. Itu kami jadiin referensi banget, meskipun musik kami bukan yang sejenis itu. Karena sebenarnya kalau ditanya KimoKal itu genrenya apa, musik kami ini pop. Tapi mungkin lebih ke new pop kali ya. Basically, kami ingin bawa sesuatu yang baru aja buat kancah musik di Indonesia,” kata Kimo yang memang bertindak sebagai penggarap musik di KimoKal.


Sementara itu, dari aspek penulisan lirik seluruh lagu dalam album, semuanya dilakukan sendiri oleh Kallula. “Inspirasinya sih dari pengalaman pribadi masing-masing, dan emang nggak ada yang gue buat-buat,” tukas perempuan yang juga vokalis band bernama LCD Trip tersebut.

Ketika disinggung mengenai mimpi mereka untuk menembus pasar internasional dengan album debutnya, Kimo dan Kallula secara kompak mengatakan tidak bisa memberikan banyak bocoran. Namun seperti dikatakan Kimo, mereka sudah ada rencana untuk melakukan tur di luar Indonesia. “Ya, kami ada keinginan untuk tur ke luar negeri, karena pada dasarnya kami ingin kasih lihat kalau Indonesia tuh punya banyak banget musisi bagus, tapi sayangnya banyak juga yang nggak terekspos. Itulah yang kemudian bikin KimoKal pengen untuk membuat diferensiasi,” ujar Kimo lagi.

Belum lama ini KimoKal telah merilis video musik dari single mereka yang berjudul "Lonely Child".






Tulus Merilis Video Lirik Single Terbaru, “Pamit”


Tulus, penyanyi solo pria paling digandrungi saat ini, mengunggah video lirik lagu terbaru berjudul “Pamit”. Lagu ini merupakan single pertama dari album ketiga. Lagu bernada sendu ini bisa dinikmati melalui kanal YouTube musiktulus dan telah tersedia pula di toko musik digital iTunes.

Dalam lagu terbarunya ini, Tulus berkolaborasi dengan The City of Prague Philharmonic Orchestra. Orkestra klasik asal Ceko ini pernah bekerjasama dengan komposer ternama macam Alexandre Desplat, Rachel Portman dan banyak lagi lainnya. Lagu “Pamit” sendiri diaransemen oleh Ari Renaldi, kolaborator setia Tulus.

Video liriknya sederhana, menampilkan teks lirik lagu dengan warna abu abu dominan dan salju yang berjatuhan. Dengan durasi empat menit, pendengar dibawa ke nuansa kelam dan sinematis. Selain video lirik, video musik juga akan diluncurkan 28 Februari 2016.

Belum ada informasi mengenai judul album ketiga Tulus, begitu pun lagu lagu yang terdapat di dalamnya. Dalam rentang dua tahun sejak album terakhir Gajah yang sukses secara komersial dan banyak dipuji, Tulus hanya mengeluarkan single alternatif, yaitu lagu “Sepatu” dalam versi bahasa Jepang yang diberi judul “Kutsu”.






Band Indie Pop Bogor, My Secret Identity, Melepas Album Perdana



Bogor menyimpan banyak sekali talenta berkualitas. Selain The Safari dan The Kuda yang lebih dulu terekspos, ada satu nama lagi yang layak didengarkan. Mereka adalah My Secret Identity. Band Indie pop yang telah berdiri sejak 2004. Dua belas tahun setelah malang melintang di kancah musik lokal, My Secret Identity akhirnya melepas album perdana.

Album berjudul Bittersweet and Those in Between menjadi rangkuman dan rekam jejak dari karya-karya mereka. Proses rekaman dikerjakan selama tiga tahun karena kesibukan masing-masing personel. Album dirilis dalam format kaset pita dan cakram padat oleh Trogmanon Records, label asal Bogor yang sebelumnya mencetak album mini The Kuda dan Watersport.

Berisikan sepuluh lagu yang terdiri dari tujuh lagu baru, dua lagu lama dan satu lagu cover dari aksi chiptune Bogor, Turbo Blip. My Secret Identity mengandalkan single “Every Summer” yang bisa diunduh secara gratis Soundcloud. Kelompok musik ini menyuguhkan musik bernuansakan indie pop dengan sound alternatif era '90-an.

My Secret Identity kini beranggotakan Ade Pujarama (gitar), Adi Adriadi (bass), Billy Irian (drums/percussions), Indra (gitar/bass), Resky Machyuzar (synthesizer/keys) dan Ricky Herdiansyah (vokal/gitar).

Sumber

The Upstairs Merilis Ulang Album 'Matraman' dalam Format Kaset


Setelah sekian lama berkarya, The Upstairs kembali memberikan sesuatu yang spesial untuk penggemar mereka. Dalam rangka perayaan dua belas tahun album Matraman, unit new wave kebanggaan ibu kota ini berkeputusan merilis ulang album tersebut dalam format kaset. Patut dicatat bahwa kaset album Matraman pertama kali dikeluarkan pada 1 Agustus 2004, enam bulan setelah perilisan cakram padatnya.

Album Matraman perdana dirilis oleh Sirkus Records pada 14 Februari 2004. Pesta peluncurannya dirayakan di BB’s CafĂ©, Menteng, Jakarta dengan aksi pembuka Prilaku Menyimpank, The S.I.G.I.T., dan Ballads of the ClichĂ©. Sepuluh tahun setelahnya, diluncurkan pula album Matraman dalam bentuk piringan hitam.

Berisikan sembilan lagu dengan hits macam “Apakah Aku Berada di Mars atau Mereka Mengundang Orang Mars” dan “Matraman”, album ini menjadi fenomenal dan langsung melambungkan nama The Upstairs. Bahkan beberapa lagu yang ada dalam album ini kemudian dimasukkan lagi ke album Energy  rilisan major label Warner Music Indonesia.

Perilisan ulang kaset kali ini dilakukan oleh Satelit Rekord dan telah beredar di beberapa toko musik independen. Kaset Matraman yang baru tampil dengan kemasan warna dominan hitam--berbeda dengan kaset cetakan pertama yang dominan putih--serta dijual seharga Rp 50 ribu.


Diperkuat Mantan Personel Cherry Bombshell, Silverglaze Bersiap Rilis Album Mini Perdana


Setelah memperkenalkan diri pada November tahun lalu lewat single “We Can Do It Now Together” yang bisa diunduh secara gratis melalui kanal Free Download situs ini, Silverglaze kini menyatakan sudah siap merilis album mini perdana dengan tajuk Essays. Seperti tercantum pada rilis pers yang diterima Rolling Stone, album mini ini direncanakan tersebar pada akhir Februari.

Enam lagu yang tercantum dalam album mini rilisan Anoa Records ini sebetulnya sudah mereka rekam sejak 2000-an awal. Anoa Records menjelaskan: “Silverglaze tak pernah sekalipun manggung meski sempat memamerkan dua lagu pada laman MySpace. Itu pun tanpa woro-woro tentang siapa sebenarnya penghuni Silverglaze.”

Padahal pada kenyataannya, Silverglaze diperkuat oleh sosok-sosok yang pernah memperkuat grup musik pop asal Bandung bernama Cherry Bombshell. Mereka adalah Ajie Gergaji yang juga dikenal sebagai vokalis sekaligus gitaris Themilo, Widi, dan Ajo yang juga pernah bermain dengan Puppen. Ketiganya memiliki kontribusi terhadap lahirnya dua album milik Cherry Bombshell yang masing-masing bertajuk Waktu Hijau Dulu dan Luka yang Dalam.

Rencananya, selain dijual satuan dalam format cakram padat, album mini Essays juga akan dirilis Anoa Records dalam paket berisi cakram padat yang sudah ditandatangani personel Silverlaze beserta kaus.


Simak Kolaborasi Jeruji dengan Morgue Vanguard Lewat 'Bangkit Bersama'


Band hardcore punk veteran asal Bandung, Jeruji, belakangan ini baru saja merilis sebuah single terbaru yang diberi judul “Bangkit Bersama”. Lagu ini digarap bersama salah satu mantan anggota dari Homicide, Morgue Vanguard alias Ucok. “Bangkit Bersama” juga menjadi karya perdana dari vokalis baru Jeruji bernama Ginan Koesmayadi.

“Akhirnya rampung juga single terbaru kami. Mari simak, simpan, dan siarkan. Cheers!” Tulis pihak Jeruji lewat akun resmi Facebook mereka. Sedangkan bagi penggemar yang ingin mengunduh gratis lagu “Bangkit Bersama” dapat mengunjungi tautan ini.

Pada April 2015 lalu, Jeruji kehilangan pendiri sekaligus vokalis pertamanya bernama Aldonny ‘Themfuck’ Supriyadi karena fokus dengan usaha kuliner yang ia jalani. Selain itu Donny juga merasa bahwa jalur bermusik Jeruji sudah tidak lagi sejalan dengan ajaran agama yang ia percaya.

Jeruji yang berdiri sejak 1996 silam, terakhir merilis karya bersama Donny pada 2015 lalu yang diberi tajuk “Bertahan”. Sebelum Ginan resmi menggantikan posisi yang ditinggalkan Donny, Jeruji sempat melibatkan Lookas dari Tjukimay untuk tampil di beberapa panggung.

Pada Agustus 2015 lalu drummer dari Jeruji, Sani Harjasyah, membeberkan alasan dibalik pemilihan Ginan sebagai vokalis barunya. “Kami sudah kenal dekat dengan Ginan dan tahu kegiatannya selain bermusik yang menurut kami sejalan dengan visi misi dari Jeruji. Menurut kami Ginan membawa napas, semangat, dan warna baru bagi Jeruji. Napas kekeluargaan, semangat berkarya, dan warna musik Jeruji yang lebih dewasa,” jelas Sani.


Efek Rumah Kaca, Goodnight Electric Menggelar Tur Konser Keliling Jawa dan Bali


RuruRadio, radio daring asuhan organisasi seni rupa kontemporer di Jakarta, RuangRupa, pada 2015 lalu telah menggelar tur konser bertajuk Radio of Rock Tour Serial 1. Menyambangi Semarang dan Yogyakarta, tur konser tersebut dimeriahkan oleh penampilan dari Efek Rumah Kaca, Goodnight Electric, The Upstairs, dan White Shoes and the Couples Company.

Berjarak lebih kurang lima bulan dari edisi pertama, RuruRadio kembali menggelar Radio of Rock Tour edisi kedua yang diselenggarakan mulai 5 hingga 21 Februari mendatang. Mengunjungi Purwokerto, Solo, Malang, Surabaya, dan Denpasar, tur ini menghadirkan Efek Rumah Kaca, White Shoes and the Couples Company, dan Goodnight Electric sebagai penampil utama.

Tiga band asal Jakarta tersebut rencananya juga akan berbagi panggung dengan band-band lainnya di setiap kota yang berbeda, yaitu Willy Wonka di Purwokerto, Sangkakala di Solo, Intenna di Malang, Silampukau di Surabaya, dan The Hydrant di Bali.

Arie Dagienkz, salah satu penyiar radio senior yang juga pengurus RuruRadio, ketika dihubungi Rolling Stone melalui sambungan telepon pada Senin (15/2), mengatakan bahwa Radio of Rock Tour rencananya akan digelar berkala setiap tahunnya. Bahkan ia ingin tur konser ini bisa mengunjungi daerah-daerah dan pulau lainnya di Indonesia lainnya, seperti Trenggalek.

“Kami bahkan tadinya rencana awalnya ingin mengunjungi sembilan hingga sepuluh kota, tapi karena terbatasnya dana dan dukungan sponsor, akhirnya hanya lima kota,” ujar Dagienkz.

Ia kemudian membeberkan tentang pemilihan band yang menjalani tur konser ini karena memiliki ragam musik yang berbeda tetapi memiliki karakteristik pendengar atau penggemar yang sama.

“Digelarnya tur konser ini juga menjadi rangkaian penampilan terakhir Efek Rumah Kaca sebelum Cholil [vokalis sekaligus gitaris band tersebut] berangkat ke Amerika Serikat. Jadi sebelum dia cabut, kami ajak jalan-jalan saja,” ungkapnya.

Untuk menikmati tur konser ini, calon penonton akan dipungut biaya tiket masuk yang dipatok berbeda-beda setiap kotanya, yaitu antara Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu. Dagienkz juga menjanjikan bahwa tur konser ini bisa dinikmati secara streaming melalui situs rururadio.org.

Berikut jadwal lengkap Radio of Rock Tour Serial 2:

- 15 Februari – Paschalis Hall, Purwokerto (bersama Willy Wonka)

- 16 Februari – Taman Balekambang, Solo (bersama Sangkakala)

- 18 Februari – Gedung Kesenian Gajayana, Malang (bersama Intenna)

- 19 Februari – Gedung Wanita Candra Kencana, Surabaya (bersama Silampukau)

- 21 Februari – Rumah Sanur, Bali (bersama The Hydrant)


Tampil di Grammy, Joey Alexander Banjir Tepuk Tangan Musisi Dunia

Liputan6.com, Los Angeles - Prestasi besar baru saja diraih Joey Alexander di Grammy Awards 2016. Tidak hanya mendapat dua nominasi, pianis muda asal Indonesia itu juga berkesempatan langsung menunjukkan kemampuannya di depan para musisi kenamaan dunia.

Yang patut dibanggakan, setelah Joey beraksi, hampir kesemua hadirin, termasuk Taylor Swift melakukan standing ovation. Kejadian ini tentunya membanggakan mengingat usia Joey yang baru menginjak 12 tahun.


"Standing Ovation untuk pianis berusia 12 tahun, Joey Alexander," tulis akun Twitter official Grammy Awards.

Joey Alexander meraih nominasi untuk kategori Best Improvised Jazz Solo dan Best Jazz Instrumental Album. Ini merupakan nominasi pertama yang diraih oleh musisi Indonesia.


Sebelumnya, Joey juga sukses memukau para undangan yang hadir di Microsoft Theater, Los Angeles, Amerika Serikat. Lagu yang bertajuk Giant Steps pun terdengar lantang di sekitar panggung.

Ajang musik Grammy Awards ke-58 sendiri berlangsung di Staples Center, Los Angeles, California. Acara yang dipandu oleh musisi ternama LL Cool J ini meraup jutaan penonton dan menempati urutan pertama pada Trending Topic Twitter hari ini.






6 Band Metal Ini Memiliki Vokalis Bersuara Aneh


Memiliki vokalis bersuara khas memang sangat membanggakan bagi sebuah band metal. Akan tetapi bagi sebagian pendengar musik awam, vokalis yang terlalu berkarakter justru malah menimbulkan kesan yang aneh bagi band beraliran metal.

Beberapa band metal ternama sempat sukses menarik minat para pendengar awam hingga menjadi fans maupun metalhead melalui karakteristik vokalis mereka. Akan tetapi, hal tersebut juga tergantung dari lagu yang mereka sajikan.

Bagi pecinta musik metal, pastinya sudah hapal siapa saja nama vokalis yang memiliki keunikan suara hingga bisa dianggap aneh oleh orang awam. Bahkan, ada juga pendengar non-metal yang malah tidak menyukai karakter beberapa vokalis.

Siapa saja band-band yang dianggap memiliki suara unik nan aneh itu? Berikut deretannya.

1. Guns N' Roses

Vokalis Guns N' Roses, yaitu Axl Rose dianggap memiliki jangkauan suara yang tinggi dan punya ciri khasnya sendiri. Grup yang alirannya termasuk ke dalam kategori hard rock dan heavy metal ini, telah menelurkan berbagai macam lagu luar biasa hingga dianggap sebagai band paling berbahaya di dunia.

Suara khas Axl Rose sendiri dianggap sangat memukau banyak penggemarnya di akhir 1980an hingga awal 1990an. Akan tetapi, banyak pendengar yang menganggap gaya vokal Axl sangat aneh.

Bahkan, beberapa pendengar sempat menyatakan jika Guns N' Roses tidak diiringi sayatan gitar Slash, maka suara Axl masuk ke dalam kategori menyebalkan. Terlebih lagi, suara nyaringnya itu terlalu dibuat menghentak.

Meskipun begitu, para penikmat musik hard rock dan metal harus mengakui bahwa di eranya, tidak ada vokalis lain yang memiliki karakter seunik Axl Rose.

2. Pantera

Band metal yang dibentuk sejak 1981 ini, memiliki vokalis bernama Phil Anselmo. Sebenarnya tak ada yang salah bagi para pendengar setia metalhead dengan suara Phil.

Akan tetapi, vokal khas Phil saat bernyanyi dianggap tidak bisa membuat para pendengar non-metal tertarik untuk menjadi metalhead. Suaranya yang terlalu nyaring dan dibuat serak dianggap beberapa kalangan kurang nyaman didengar.

Namun, aransemen musik yang dibawakan oleh Pantera selalu membuat para penikmat metal mengangguk-anggukkan kepala ketika mendengarkan lagu-lagunya.

3. Limp Bizkit

Bagi yang tumbuh di era 2000an pasti mengenal band satu ini. Sang vokalis Fred Durst memiliki gaya bernyanyi ala rapper yang sangat unik. Bagi beberapa orang termasuk penggemarnya sendiri, suaranya itu masuk ke dalam kategori aneh.

Di awal karier Limp Bizkit saat pertama kali merilis lagu-lagunya, banyak pendengar awam yang mengira Fred adalah penyanyi rap yang memiliki kulit berwarna hitam.

Meskipun banyak pendengar awam yang kurang nyaman dengan karakter unik Fred Durst saat bernyanyi, namun harus diakui jika keunikannya bersama rekan-rekannya itulah yang sukses membawa Limp Bizkit sebagai salah satu band rap metal terbaik.

4. Disturbed

Terbentuk sejak 1994, band ini memang sukses menciptakan banyak lagu dengan aransemen yang berkualitas. Gaya vokal aneh David Draiman menjadi salah satu ciri khas band ini.

Sayangnya, beberapa pendengar musik menganggap vokal David Draiman terlalu dipaksakan di dalam band dan dianggap selalu terdengar seperti orang yang sedang marah.

Namun begitu, banyak penggemar berat yang merasa perpaduan unik sang vokalis dengan personel lainnya bisa menghapus rasa marah dan sedih yang sedang melanda mereka.

5. Seether

Vokalis band ini, Shaun Morgan selalu tampil dengan rambut panjang dan kumis yang lebat. Suara anehnya terkadang memang mengingatkan kita dengan mendiang vokalis Nirvana, Kurt Cobain.

Akan tetapi, vokal Shaun Morgan dianggap terlalu tipikal mengikuti gaya Kurt Cobain. Ia juga dianggap terlalu memaksakan saat memadukan gaya mendiang sang vokalis Nirvana itu dengan gaya vokalis Silverchair, Daniel Johns.

Walaupun begitu, bagi para penggemar musik metal dan grunge pastinya akan bisa menikmati setiap karya band metal alternatif asal Afrika Selatan itu.

6. Godsmack

Sebagai band yang unsur metalnya cukup kental, komposisi musik Godsmack memang cukup bisa dinikmati para metalhead. Gaya khas dan aneh Sully Erna memang menjadi salah satu andalan band ini.

Akan tetapi, banyak juga yang menganggap gayanya sangat mirip mendiang vokalis Alice in Chains, Layne Staley. Namun begitu, ia malah dianggap tidak lebih baik dari sang mendiang.

Terlebih lagi Sully kadang terdengar seperti sedang kehabisan nafas di beberapa lagu dan sesekali mengikuti gaya bernyanyi vokalis Metallica, James Hetfield.

Meskipun begitu, masih banyak lagu-lagu Godsmack yang mampu membuat para penggemar musik metal modern bersemangat saat mendengarnya.


Studio Akustik (Unplugged) Afa Music Studio Siap dimainkan kembali!


Buat yang kangen jamming akustikan, sekarang studio 2 (akustik) sudah siap di genjreeeng lagi!
Silahkan booking langsung pada kontak dibawah ini, karena antusias penikmat musik sama studio akustik ini suka membludak dan tak tertahankan antriannya.

Jl. Pangkalan Jati 1 No.46 Lt 2 
Gandul - Depok Jawa Barat
Telepon 021 769 8521 
HP 0822 9881 2914

(Jam operasional 10.00 - 00.00)

Keep Calm and Play Music!

COOPFEST 2 with HIVI, Naif, The Sigit, etc

COOPFEST 2 BANDUNG

[Acara.co.id] COOPFEST atau Co-operative Festival adalah acara tahunan yang bertujuan untuk memperkenalkan KOPERASI kepada generasi muda. Juga sebagai bentuk dedikasi dari Member Activity Center (MAC) KKB IKOPIN dalam menciptakan kader KOPERASI yang handal sebagai pioner KOPERASI dimasa depan. Acara ini diharapkan dapat membawa cerminan KOPERASI pada generasi muda pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Bagi Updaters Bandung dan sekitarnya yang hobi nonton pertunjukan musik, jangan kelewat dengan salah satu acara anak Bandung ini dikotamu dalam acara yang bertajuk COOPFEST 2 with HIVI, Naif, The Sigit dan masih banyak lainnya lagi.

Acara COOPFEST 2 with HIVI, Naif, The Sigit ini mengangkat tema “Let’s Begin Our Bright Future” dan akan dilaksanakan pada tanggal 5 Maret 2016 at Sasana Budaya Ganesha Bandung. Untuk bisa menikmati penampilan HIVI, Naif dan The Sigit, kamu dikenakan biaya masuk PRESALE 1 sebesar Rp 100.000 (Festival) dan Rp 200.000 (VIP).

http://acara.co.id/event/coopfest-2-with-hivi-naif-the-sigit-etc-musik/

W/W Music Fair & Demo Clinic

[Acara.co.id] Sedang mencari alat musik di Malang? Jangan kelewat dengan acara W/W Music Fair & Demo clinic yang di support oleh Bahana Distributor (@Promo_mmc) ini. Acara W/W Music Fair & Demo clinic akan diselenggarakan pada 9 januari 2016 at W/W MUSIK, Jl.Kelengkeng 9 Malang-Jawa Timur.

Selain menghadirkan pameran alat musik dari brand Sabian, Sterling by Musicman, Laney, pengunjung yang datang juga bisa mengikuti demo clinic bersama Agung Gimbal dan Franky Sadikin.

http://acara.co.id/event/ww-music-fair-demo-clinic-musik/

WW Music Fair & Demo clinic

Event Music Rock Island 2016 Bali

[Acara.co.id] Kamu suka musik rock dan sedang berada di Bali? Jangan kelewat dengan menghadiri Event Music Rock Island 2016 Bali yang akan menghadirkan band performance seperti Aftercoma, Livelive, Keeper Of D’Death, Nothing Last Forever, hypnost.

Event Music Rock Island 2016 Bali ini akan dilaksanakan tanggal 26 Januari 2016 at BOSHE VVIP CLUB BALI. Untuk Updaters yang sedang cari penginapan di Bali, pastikan kamu dapat menginap di salah satu hotel murah yang satu ini.

Event Music Rock Island 2016 Bali

afa music studio's twitter