MENU

Promo

Info Terkini AFA Music Studio

Studio 2 Akustik sudah beroperasi kembali dan siap digenjreeng. "Tempat asik buat jamming, Datang dan rasakan... ssstt banyak promonya juga!"

KimoKal, Duo Pop Eklektik Pendatang Baru Ibu Kota


Di tengah minimnya jumlah unit pengusung aliran elektronik di kancah musik tanah air, duo KimoKal telah merilis album debutnya, O, pada pertengahan Januari lalu. Ditemui Rolling Stone setelah menjadi penampil dalam acara Witching Hours 9 di Vanilla Kitchen & Wine, Bandung beberapa waktu lalu, KimoKal menuturkan bahwa respons yang didapat dari para penikmat musik terhadap album perdana mereka tidak mengecewakan.

“Karena target awalnya memang lebih ke semua orang bisa suka tapi di beda-beda track, jadi bisa dibilang ya sekarang ini sudah sesuai seperti apa yang kita pengen. Soalnya lagu-lagu di album ini kan juga beda-beda [dari segi musikalitas], nggak ada samanya. Cuma ada satu benang merah tipis yang bikin orang langsung ingat, oh ini musiknya KimoKal,” ujar salah satu personel, Kimo Rizky.

Untuk proses kreatif albumnya sendiri, Kimo dan sang vokalis, Kallula Harsynta Esterlita, mengaku tidak mengalami kendala yang signifikan dalam menyatukan ide. Dalam album O yang butuh waktu penggarapan selama satu tahun lamanya itu, terdapat sejumlah unsur musik seperti psychedelic pop, trip-hop, dub, dan juga nu-wave. Beragam aliran yang terdapat dalam album itu mereka katakan sebagai hasil dari mendengarkan banyak karya musik yang masing-masing personel lakukan selama proses pengerjaan. Di samping itu, keduanya pun mengatakan sangat terbuka dengan berbagai macam eksperimen dalam bermusik sehingga mampu menghadirkan karya yang unik nan berkarakter.

“Ketika bikin album ini, terus terang gue lagi suka banget dengerin album baru Justin Bieber [Purpose] dan juga album Kendrick Lamar [To Pimp A Butterfly]. Itu kami jadiin referensi banget, meskipun musik kami bukan yang sejenis itu. Karena sebenarnya kalau ditanya KimoKal itu genrenya apa, musik kami ini pop. Tapi mungkin lebih ke new pop kali ya. Basically, kami ingin bawa sesuatu yang baru aja buat kancah musik di Indonesia,” kata Kimo yang memang bertindak sebagai penggarap musik di KimoKal.


Sementara itu, dari aspek penulisan lirik seluruh lagu dalam album, semuanya dilakukan sendiri oleh Kallula. “Inspirasinya sih dari pengalaman pribadi masing-masing, dan emang nggak ada yang gue buat-buat,” tukas perempuan yang juga vokalis band bernama LCD Trip tersebut.

Ketika disinggung mengenai mimpi mereka untuk menembus pasar internasional dengan album debutnya, Kimo dan Kallula secara kompak mengatakan tidak bisa memberikan banyak bocoran. Namun seperti dikatakan Kimo, mereka sudah ada rencana untuk melakukan tur di luar Indonesia. “Ya, kami ada keinginan untuk tur ke luar negeri, karena pada dasarnya kami ingin kasih lihat kalau Indonesia tuh punya banyak banget musisi bagus, tapi sayangnya banyak juga yang nggak terekspos. Itulah yang kemudian bikin KimoKal pengen untuk membuat diferensiasi,” ujar Kimo lagi.

Belum lama ini KimoKal telah merilis video musik dari single mereka yang berjudul "Lonely Child".






Tulus Merilis Video Lirik Single Terbaru, “Pamit”


Tulus, penyanyi solo pria paling digandrungi saat ini, mengunggah video lirik lagu terbaru berjudul “Pamit”. Lagu ini merupakan single pertama dari album ketiga. Lagu bernada sendu ini bisa dinikmati melalui kanal YouTube musiktulus dan telah tersedia pula di toko musik digital iTunes.

Dalam lagu terbarunya ini, Tulus berkolaborasi dengan The City of Prague Philharmonic Orchestra. Orkestra klasik asal Ceko ini pernah bekerjasama dengan komposer ternama macam Alexandre Desplat, Rachel Portman dan banyak lagi lainnya. Lagu “Pamit” sendiri diaransemen oleh Ari Renaldi, kolaborator setia Tulus.

Video liriknya sederhana, menampilkan teks lirik lagu dengan warna abu abu dominan dan salju yang berjatuhan. Dengan durasi empat menit, pendengar dibawa ke nuansa kelam dan sinematis. Selain video lirik, video musik juga akan diluncurkan 28 Februari 2016.

Belum ada informasi mengenai judul album ketiga Tulus, begitu pun lagu lagu yang terdapat di dalamnya. Dalam rentang dua tahun sejak album terakhir Gajah yang sukses secara komersial dan banyak dipuji, Tulus hanya mengeluarkan single alternatif, yaitu lagu “Sepatu” dalam versi bahasa Jepang yang diberi judul “Kutsu”.






Band Indie Pop Bogor, My Secret Identity, Melepas Album Perdana



Bogor menyimpan banyak sekali talenta berkualitas. Selain The Safari dan The Kuda yang lebih dulu terekspos, ada satu nama lagi yang layak didengarkan. Mereka adalah My Secret Identity. Band Indie pop yang telah berdiri sejak 2004. Dua belas tahun setelah malang melintang di kancah musik lokal, My Secret Identity akhirnya melepas album perdana.

Album berjudul Bittersweet and Those in Between menjadi rangkuman dan rekam jejak dari karya-karya mereka. Proses rekaman dikerjakan selama tiga tahun karena kesibukan masing-masing personel. Album dirilis dalam format kaset pita dan cakram padat oleh Trogmanon Records, label asal Bogor yang sebelumnya mencetak album mini The Kuda dan Watersport.

Berisikan sepuluh lagu yang terdiri dari tujuh lagu baru, dua lagu lama dan satu lagu cover dari aksi chiptune Bogor, Turbo Blip. My Secret Identity mengandalkan single “Every Summer” yang bisa diunduh secara gratis Soundcloud. Kelompok musik ini menyuguhkan musik bernuansakan indie pop dengan sound alternatif era '90-an.

My Secret Identity kini beranggotakan Ade Pujarama (gitar), Adi Adriadi (bass), Billy Irian (drums/percussions), Indra (gitar/bass), Resky Machyuzar (synthesizer/keys) dan Ricky Herdiansyah (vokal/gitar).

Sumber

The Upstairs Merilis Ulang Album 'Matraman' dalam Format Kaset


Setelah sekian lama berkarya, The Upstairs kembali memberikan sesuatu yang spesial untuk penggemar mereka. Dalam rangka perayaan dua belas tahun album Matraman, unit new wave kebanggaan ibu kota ini berkeputusan merilis ulang album tersebut dalam format kaset. Patut dicatat bahwa kaset album Matraman pertama kali dikeluarkan pada 1 Agustus 2004, enam bulan setelah perilisan cakram padatnya.

Album Matraman perdana dirilis oleh Sirkus Records pada 14 Februari 2004. Pesta peluncurannya dirayakan di BB’s CafĂ©, Menteng, Jakarta dengan aksi pembuka Prilaku Menyimpank, The S.I.G.I.T., dan Ballads of the ClichĂ©. Sepuluh tahun setelahnya, diluncurkan pula album Matraman dalam bentuk piringan hitam.

Berisikan sembilan lagu dengan hits macam “Apakah Aku Berada di Mars atau Mereka Mengundang Orang Mars” dan “Matraman”, album ini menjadi fenomenal dan langsung melambungkan nama The Upstairs. Bahkan beberapa lagu yang ada dalam album ini kemudian dimasukkan lagi ke album Energy  rilisan major label Warner Music Indonesia.

Perilisan ulang kaset kali ini dilakukan oleh Satelit Rekord dan telah beredar di beberapa toko musik independen. Kaset Matraman yang baru tampil dengan kemasan warna dominan hitam--berbeda dengan kaset cetakan pertama yang dominan putih--serta dijual seharga Rp 50 ribu.


Diperkuat Mantan Personel Cherry Bombshell, Silverglaze Bersiap Rilis Album Mini Perdana


Setelah memperkenalkan diri pada November tahun lalu lewat single “We Can Do It Now Together” yang bisa diunduh secara gratis melalui kanal Free Download situs ini, Silverglaze kini menyatakan sudah siap merilis album mini perdana dengan tajuk Essays. Seperti tercantum pada rilis pers yang diterima Rolling Stone, album mini ini direncanakan tersebar pada akhir Februari.

Enam lagu yang tercantum dalam album mini rilisan Anoa Records ini sebetulnya sudah mereka rekam sejak 2000-an awal. Anoa Records menjelaskan: “Silverglaze tak pernah sekalipun manggung meski sempat memamerkan dua lagu pada laman MySpace. Itu pun tanpa woro-woro tentang siapa sebenarnya penghuni Silverglaze.”

Padahal pada kenyataannya, Silverglaze diperkuat oleh sosok-sosok yang pernah memperkuat grup musik pop asal Bandung bernama Cherry Bombshell. Mereka adalah Ajie Gergaji yang juga dikenal sebagai vokalis sekaligus gitaris Themilo, Widi, dan Ajo yang juga pernah bermain dengan Puppen. Ketiganya memiliki kontribusi terhadap lahirnya dua album milik Cherry Bombshell yang masing-masing bertajuk Waktu Hijau Dulu dan Luka yang Dalam.

Rencananya, selain dijual satuan dalam format cakram padat, album mini Essays juga akan dirilis Anoa Records dalam paket berisi cakram padat yang sudah ditandatangani personel Silverlaze beserta kaus.


Simak Kolaborasi Jeruji dengan Morgue Vanguard Lewat 'Bangkit Bersama'


Band hardcore punk veteran asal Bandung, Jeruji, belakangan ini baru saja merilis sebuah single terbaru yang diberi judul “Bangkit Bersama”. Lagu ini digarap bersama salah satu mantan anggota dari Homicide, Morgue Vanguard alias Ucok. “Bangkit Bersama” juga menjadi karya perdana dari vokalis baru Jeruji bernama Ginan Koesmayadi.

“Akhirnya rampung juga single terbaru kami. Mari simak, simpan, dan siarkan. Cheers!” Tulis pihak Jeruji lewat akun resmi Facebook mereka. Sedangkan bagi penggemar yang ingin mengunduh gratis lagu “Bangkit Bersama” dapat mengunjungi tautan ini.

Pada April 2015 lalu, Jeruji kehilangan pendiri sekaligus vokalis pertamanya bernama Aldonny ‘Themfuck’ Supriyadi karena fokus dengan usaha kuliner yang ia jalani. Selain itu Donny juga merasa bahwa jalur bermusik Jeruji sudah tidak lagi sejalan dengan ajaran agama yang ia percaya.

Jeruji yang berdiri sejak 1996 silam, terakhir merilis karya bersama Donny pada 2015 lalu yang diberi tajuk “Bertahan”. Sebelum Ginan resmi menggantikan posisi yang ditinggalkan Donny, Jeruji sempat melibatkan Lookas dari Tjukimay untuk tampil di beberapa panggung.

Pada Agustus 2015 lalu drummer dari Jeruji, Sani Harjasyah, membeberkan alasan dibalik pemilihan Ginan sebagai vokalis barunya. “Kami sudah kenal dekat dengan Ginan dan tahu kegiatannya selain bermusik yang menurut kami sejalan dengan visi misi dari Jeruji. Menurut kami Ginan membawa napas, semangat, dan warna baru bagi Jeruji. Napas kekeluargaan, semangat berkarya, dan warna musik Jeruji yang lebih dewasa,” jelas Sani.


Efek Rumah Kaca, Goodnight Electric Menggelar Tur Konser Keliling Jawa dan Bali


RuruRadio, radio daring asuhan organisasi seni rupa kontemporer di Jakarta, RuangRupa, pada 2015 lalu telah menggelar tur konser bertajuk Radio of Rock Tour Serial 1. Menyambangi Semarang dan Yogyakarta, tur konser tersebut dimeriahkan oleh penampilan dari Efek Rumah Kaca, Goodnight Electric, The Upstairs, dan White Shoes and the Couples Company.

Berjarak lebih kurang lima bulan dari edisi pertama, RuruRadio kembali menggelar Radio of Rock Tour edisi kedua yang diselenggarakan mulai 5 hingga 21 Februari mendatang. Mengunjungi Purwokerto, Solo, Malang, Surabaya, dan Denpasar, tur ini menghadirkan Efek Rumah Kaca, White Shoes and the Couples Company, dan Goodnight Electric sebagai penampil utama.

Tiga band asal Jakarta tersebut rencananya juga akan berbagi panggung dengan band-band lainnya di setiap kota yang berbeda, yaitu Willy Wonka di Purwokerto, Sangkakala di Solo, Intenna di Malang, Silampukau di Surabaya, dan The Hydrant di Bali.

Arie Dagienkz, salah satu penyiar radio senior yang juga pengurus RuruRadio, ketika dihubungi Rolling Stone melalui sambungan telepon pada Senin (15/2), mengatakan bahwa Radio of Rock Tour rencananya akan digelar berkala setiap tahunnya. Bahkan ia ingin tur konser ini bisa mengunjungi daerah-daerah dan pulau lainnya di Indonesia lainnya, seperti Trenggalek.

“Kami bahkan tadinya rencana awalnya ingin mengunjungi sembilan hingga sepuluh kota, tapi karena terbatasnya dana dan dukungan sponsor, akhirnya hanya lima kota,” ujar Dagienkz.

Ia kemudian membeberkan tentang pemilihan band yang menjalani tur konser ini karena memiliki ragam musik yang berbeda tetapi memiliki karakteristik pendengar atau penggemar yang sama.

“Digelarnya tur konser ini juga menjadi rangkaian penampilan terakhir Efek Rumah Kaca sebelum Cholil [vokalis sekaligus gitaris band tersebut] berangkat ke Amerika Serikat. Jadi sebelum dia cabut, kami ajak jalan-jalan saja,” ungkapnya.

Untuk menikmati tur konser ini, calon penonton akan dipungut biaya tiket masuk yang dipatok berbeda-beda setiap kotanya, yaitu antara Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu. Dagienkz juga menjanjikan bahwa tur konser ini bisa dinikmati secara streaming melalui situs rururadio.org.

Berikut jadwal lengkap Radio of Rock Tour Serial 2:

- 15 Februari – Paschalis Hall, Purwokerto (bersama Willy Wonka)

- 16 Februari – Taman Balekambang, Solo (bersama Sangkakala)

- 18 Februari – Gedung Kesenian Gajayana, Malang (bersama Intenna)

- 19 Februari – Gedung Wanita Candra Kencana, Surabaya (bersama Silampukau)

- 21 Februari – Rumah Sanur, Bali (bersama The Hydrant)


Tampil di Grammy, Joey Alexander Banjir Tepuk Tangan Musisi Dunia

Liputan6.com, Los Angeles - Prestasi besar baru saja diraih Joey Alexander di Grammy Awards 2016. Tidak hanya mendapat dua nominasi, pianis muda asal Indonesia itu juga berkesempatan langsung menunjukkan kemampuannya di depan para musisi kenamaan dunia.

Yang patut dibanggakan, setelah Joey beraksi, hampir kesemua hadirin, termasuk Taylor Swift melakukan standing ovation. Kejadian ini tentunya membanggakan mengingat usia Joey yang baru menginjak 12 tahun.


"Standing Ovation untuk pianis berusia 12 tahun, Joey Alexander," tulis akun Twitter official Grammy Awards.

Joey Alexander meraih nominasi untuk kategori Best Improvised Jazz Solo dan Best Jazz Instrumental Album. Ini merupakan nominasi pertama yang diraih oleh musisi Indonesia.


Sebelumnya, Joey juga sukses memukau para undangan yang hadir di Microsoft Theater, Los Angeles, Amerika Serikat. Lagu yang bertajuk Giant Steps pun terdengar lantang di sekitar panggung.

Ajang musik Grammy Awards ke-58 sendiri berlangsung di Staples Center, Los Angeles, California. Acara yang dipandu oleh musisi ternama LL Cool J ini meraup jutaan penonton dan menempati urutan pertama pada Trending Topic Twitter hari ini.






6 Band Metal Ini Memiliki Vokalis Bersuara Aneh


Memiliki vokalis bersuara khas memang sangat membanggakan bagi sebuah band metal. Akan tetapi bagi sebagian pendengar musik awam, vokalis yang terlalu berkarakter justru malah menimbulkan kesan yang aneh bagi band beraliran metal.

Beberapa band metal ternama sempat sukses menarik minat para pendengar awam hingga menjadi fans maupun metalhead melalui karakteristik vokalis mereka. Akan tetapi, hal tersebut juga tergantung dari lagu yang mereka sajikan.

Bagi pecinta musik metal, pastinya sudah hapal siapa saja nama vokalis yang memiliki keunikan suara hingga bisa dianggap aneh oleh orang awam. Bahkan, ada juga pendengar non-metal yang malah tidak menyukai karakter beberapa vokalis.

Siapa saja band-band yang dianggap memiliki suara unik nan aneh itu? Berikut deretannya.

1. Guns N' Roses

Vokalis Guns N' Roses, yaitu Axl Rose dianggap memiliki jangkauan suara yang tinggi dan punya ciri khasnya sendiri. Grup yang alirannya termasuk ke dalam kategori hard rock dan heavy metal ini, telah menelurkan berbagai macam lagu luar biasa hingga dianggap sebagai band paling berbahaya di dunia.

Suara khas Axl Rose sendiri dianggap sangat memukau banyak penggemarnya di akhir 1980an hingga awal 1990an. Akan tetapi, banyak pendengar yang menganggap gaya vokal Axl sangat aneh.

Bahkan, beberapa pendengar sempat menyatakan jika Guns N' Roses tidak diiringi sayatan gitar Slash, maka suara Axl masuk ke dalam kategori menyebalkan. Terlebih lagi, suara nyaringnya itu terlalu dibuat menghentak.

Meskipun begitu, para penikmat musik hard rock dan metal harus mengakui bahwa di eranya, tidak ada vokalis lain yang memiliki karakter seunik Axl Rose.

2. Pantera

Band metal yang dibentuk sejak 1981 ini, memiliki vokalis bernama Phil Anselmo. Sebenarnya tak ada yang salah bagi para pendengar setia metalhead dengan suara Phil.

Akan tetapi, vokal khas Phil saat bernyanyi dianggap tidak bisa membuat para pendengar non-metal tertarik untuk menjadi metalhead. Suaranya yang terlalu nyaring dan dibuat serak dianggap beberapa kalangan kurang nyaman didengar.

Namun, aransemen musik yang dibawakan oleh Pantera selalu membuat para penikmat metal mengangguk-anggukkan kepala ketika mendengarkan lagu-lagunya.

3. Limp Bizkit

Bagi yang tumbuh di era 2000an pasti mengenal band satu ini. Sang vokalis Fred Durst memiliki gaya bernyanyi ala rapper yang sangat unik. Bagi beberapa orang termasuk penggemarnya sendiri, suaranya itu masuk ke dalam kategori aneh.

Di awal karier Limp Bizkit saat pertama kali merilis lagu-lagunya, banyak pendengar awam yang mengira Fred adalah penyanyi rap yang memiliki kulit berwarna hitam.

Meskipun banyak pendengar awam yang kurang nyaman dengan karakter unik Fred Durst saat bernyanyi, namun harus diakui jika keunikannya bersama rekan-rekannya itulah yang sukses membawa Limp Bizkit sebagai salah satu band rap metal terbaik.

4. Disturbed

Terbentuk sejak 1994, band ini memang sukses menciptakan banyak lagu dengan aransemen yang berkualitas. Gaya vokal aneh David Draiman menjadi salah satu ciri khas band ini.

Sayangnya, beberapa pendengar musik menganggap vokal David Draiman terlalu dipaksakan di dalam band dan dianggap selalu terdengar seperti orang yang sedang marah.

Namun begitu, banyak penggemar berat yang merasa perpaduan unik sang vokalis dengan personel lainnya bisa menghapus rasa marah dan sedih yang sedang melanda mereka.

5. Seether

Vokalis band ini, Shaun Morgan selalu tampil dengan rambut panjang dan kumis yang lebat. Suara anehnya terkadang memang mengingatkan kita dengan mendiang vokalis Nirvana, Kurt Cobain.

Akan tetapi, vokal Shaun Morgan dianggap terlalu tipikal mengikuti gaya Kurt Cobain. Ia juga dianggap terlalu memaksakan saat memadukan gaya mendiang sang vokalis Nirvana itu dengan gaya vokalis Silverchair, Daniel Johns.

Walaupun begitu, bagi para penggemar musik metal dan grunge pastinya akan bisa menikmati setiap karya band metal alternatif asal Afrika Selatan itu.

6. Godsmack

Sebagai band yang unsur metalnya cukup kental, komposisi musik Godsmack memang cukup bisa dinikmati para metalhead. Gaya khas dan aneh Sully Erna memang menjadi salah satu andalan band ini.

Akan tetapi, banyak juga yang menganggap gayanya sangat mirip mendiang vokalis Alice in Chains, Layne Staley. Namun begitu, ia malah dianggap tidak lebih baik dari sang mendiang.

Terlebih lagi Sully kadang terdengar seperti sedang kehabisan nafas di beberapa lagu dan sesekali mengikuti gaya bernyanyi vokalis Metallica, James Hetfield.

Meskipun begitu, masih banyak lagu-lagu Godsmack yang mampu membuat para penggemar musik metal modern bersemangat saat mendengarnya.


afa music studio's twitter